Rabu, 19 Februari 2014
Kegemukan
Kegemukan/Obesitas
|
Obesitas adalah
kelebihan berat badan yang disebabkan oleh penimbunan lemak tubuh yang
berlebihan.
Setiap orang
membutuhkan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat
panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak
tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan pria. Perbandingan yang normal
antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan
18-23% pada pria.
Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria
dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Seseorang yang
memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat
badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
Obesitas sedang : kelebihan berat badan
41-100%
Obesitas berat :
kelebihan berat badan >100%.
Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut kemungkinan akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. |
PENYEBAB
KEGEMUKAN/OBESITAS
Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi
kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya
ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.
Faktor-faktor penyebab Obesitas :
Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki
penyebab genetik. Anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga
makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas.
Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh
sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.
Lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup
berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang
dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya).
Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat
mengubah pola makan dan aktivitasnya.
Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa
mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap
emosinya dengan makan.
Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan
ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita
obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya
serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.
Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab
obesitas yaitu makan dalam jumlah sangat banyak dan makan di malam hari.
Kedua pola makan ini biasanya dipicu oleh stres dan
kekecewaan. Sebagai akibatnya kalori yang dikonsumsi sangat banyak.
Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.
Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas,
diantaranya:
-
Hipotiroidisme
-
Sindroma Cushing
-
Sindroma Prader-Willi
-
Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang
banyak makan.
Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah
satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah
masyarakat yang makmur.
Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas. |
GEJALA
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma
dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan
pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang
ringan.
Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut dan pergelangan kaki). Seseorang yang obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki. KOMPLIKASI AKIBAT OBESITAS Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti: - Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa) - Tekanan darah tinggi - Stroke - Serangan jantung - Gagal jantung - Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar) - Batu kandung empedu dan batu kandung kemih - Gout dan artritis gout - Osteoartritis - Tidur apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah) - Sindroma Pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk) |
PENCEGAHAN
Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah
penambahan berat badan dan tidak sehat yang terkait masalah kesehatan. Langkah-langkah untuk
mencegah penambahan berat badan adalah sama dengan langkah-langkah untuk
menurunkan berat badan:
|
Kebiasaan Buruk Pemicu Kegemukan
Salah satu kebiasaan pemicu kegemukan tersebut yaitu
mengkonsumsi makanan berlemak dalam jumlah yang berlebih. Namun bukan itu saja kebiasaan pemicu kegemukan
tersebut. Kebiasaan buruk yang memicu kegemukan yaitu :
- Mengkonsumsi makanan berkadar lemak rendah dalam jumlah yang berlebihan. Ini dikarenakan adanya slogan makanan bebas lemak atau rendah lemak. Sehingga kita tidak sadar telah mengkonsumsi makanan berkadar lemak rendah tersebut dalam jumlah yang berlebih. Sehingga memicu kegemukan tubuh.
- Melakukan program diet tanpa pernah melibatkan ahli gizi. Karena dengan melibatkan ahli gizi tersebut dapat memberikan alternatif beberapa makanan yang sangat di perlukan selama melakukan program diet yang anda lakukan. Sehingga program diet yang anda lakukan dapat sesuai dengan yang anda harapkan.
- Kebiasaan buruk yang ketiga
yaitu sering berkurangnya jam tidur malam yang anda lakukan. Dalam hal
ini, memiliki kebiasaan tidur kurang dari 8 jam sehari atau setiap
malamnya. Berkurangnya jam tidur malam anda dapat mengakibatkan
penimbunana lemah berlebih di tubuh anda.
- Kebiasaan buruk berikutnya yaitu mengkonsumsi atau meminum minuman bersoda dalam jumlah yang berlebih. Dalam hal ini, minum satu atau dua kaleng soda perharinya akan meningkatkan resiko kegemukan pada tubuh anda.
- Memiliki kebiasaan buruk yaitu makan dengan sangat terburu-buru. Ini dikarenakan, makan dengan terburu-buru dapat menambahkan 66 kalori dalam tubuh seseorang dibandingkan mereka yang makan dengan perlahan-lahan.
- Kebiasaan buruk berikutnya yaitu sangat suka makan dengan porsi yang berlebih tanpa menghiraukan kemampuan perut. Ini merupakan kebiasaan buruk yang jelas akan menyebabkan kegemukan dalam tubuh anda dalam waktu yang sangat singkat.
- Memiliki kebiasaan buruk yaitu sedikit mengkonsumsi air terutama air putih. Ini dikarenakan, air dapat membantu kerja metabolisme dalam tubuh anda. Minum enam gelas air perharinya mampu mengurangi 50 kalori di tubuh anda. Sehingga akan mampu menghindarkan anda dari kegemukan itu sendiri.
TERAPI LINTAH PURBA KEBUMEN
Translate
Total Tayangan Halaman
Terapi Penyakit
- Alergi
- Amandel
- Asam urat
- Asma
- Badan Lesu
- Batuk
- Bisul
- Bronchitis
- Darah rendah
- Demam
- Eksim
- Gangguan datang bulan
- Gangguan lambung
- Gangguan mata
- Gangguan saluran kencing
- Gatal-gatal
- Ginjal
- Hipertensi/Darah tinggi
- Jantung koroner
- Jerawat
- Kaki kejang/merasa panas
- Kanker yang belum terlambat
- Kegemukan
- Kelenjar Tiroid
- Kolesterol
- Kulit wajah berminyak
- Kurang nafsu makan
- Lemah Jantung
- Leukemia
- Linu pinggul
- Mudah lelah
- Pembuluh darah tersumbat
- Rheumatik
- Sakit gigi
- Sakit kepala
- Sakit pinggang
- Saraf terjepit
- Stroke
- Telinga berdengung
- Tidak bisa tidur
- Trigliserid
- Tumor
- Wasir
- diabetes melitus
- kelenjar getah bening
- memar akibat benturan
- sakit persendian