Rabu, 19 Februari 2014

Gangguan datang bulan



GANGGUAN DATANG BULAN

Menstruasi adalah suatu proses keluarnya cairan merah ( darah ) pada dinding rahim (endometrium ) yang terjadi secara rutin setiap bulan yang keluar melalui vagina. Menstruasi juga merupakan suatu proses mempersiapkan tubuh wanita untuk mengandung atau hamil.
Menstruasi pertama kali biasanya dimulai pada umur 10 – 16 tahun, tergantung dari berbagai faktor yang meliputi kesehatan wanita, nutrisi, dan berat tubuh yang relatif pada tinggi badan. Tetapi menstruasi bisa juga terjadi pada usia 8 tahun, hal ini disebabkan karena adanya asupan gizi yang cukup baik sehingga mempercepat proses kesiapan tubuh untuk mulai mengalami menstruasi.
Setiap wanita yang mengalami menstruasi adalah hal yang wajar dan normal, tidak wajar bila usia 16 atau 17 tahun belum menstruasi yang mungkin disebabkan oleh adanya gangguan pada organ reproduksinya, sebaiknya langsung diperiksa ke dokter. Menurut Fisiologi, tidak semua darah yang keluar dari vagina adalah darah menstruasi, mungkin saja karena adanya luka didalam perut.
Menstruasi yang normal berlangsung selama 3 – 7 hari.
Hampir sekitar 80% siklus menstruasi wanita adalah 22 – 30 hari dan hanya 10 – 15 % wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari. Hari pertama menstruasi ditandai sebagai awal menstruasi ( hari ke – 1 ), selama masa produktif biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 sel telur. Banyak wanita yang mengeluh sebelum dan saat mengalami menstruasi, lebih sering ditemukan pada usia 20 – 40 tahun, gangguan seperti :
a. Keram pada perut bagian bawah dan vagina
b. Nyeri kepala ( pusing )
c. Cepat merasa lelah
d. Perut kembung
e. Perasaan sensitif ( mudah marah dan tersinggung )
f. Gelisah, susah tidur
g. Payudara membengkak
h. Sakit pinggang
i. Perubahan nafsu makan
j. Kurang darah ( Anemia ) dsb
Gangguan yang disebutkan diatas disebabkan karena adanya kontraksi otot – otot halus pada rahim, yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar dibawah otak depan, dan indung telur ( ovarium ).
Tetapi tidak semua wanita mengalami hal seperti diatas, karena jenis dan berat bervariasi pada wanita setiap bulannya. Satu contoh wanita yang menderita epilepsi atau penyakit jaringan ikat ( seperti lupus ) mungkin akan sering mengalami kejang – kejang.

Nyeri Saat Datang Bulan

Nyeri pada saat menstruasi menurut berat ringannya dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :
  1. Nyeri saat menstruasi ringan terasa sebagai mules yang terjadi pada perut bagian bawah yang bila dibawa istirahat akan hilang sendiri tanpa menggunakan obat-obatan.
  2. Nyeri saat menstruasi sedang, pada kondisi ini untuk mengatasi nyeri harus menggunakan obat pereda nyeri, istirahat selama kurang lebih 1-2 hari untuk bisa berakitivitas kembali.
  3. Nyeri saat menstruasi berat. Dalam hal ini disamping nyeri terjadi mual, muntah, dan kadang-kadang disertai diare, badan lemas, memerlukan istirahat, tidak dapat beraktivitas, dan memerlukan pengobatan.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, ternyata bahwa pola hidup yang disertai dengan gejala-gejala klinik yang dirasakan dapat berasal dari faktor psikologis tetapi dapat juga berasal dari adanya resiko tinggi terhadap kelainan-kelainan penyakit yang diturunkan secara genetika dan pola hidup yang tidak teratur. Kondisi-kondisi dari resiko penyakit tersebut umumnya bisa dicegah atau minimal tidak berkembang dengan cepat apabila memperhatikan sejak awal kejadian-kejadian keluhan dan gejala yang terjadi selama haid.
Namun biasanya nyeri ketika mensruasi yang dirasakan pada wanita adalah hal yang wajar. Namun kram perut tersebut perlu adanya pemeriksaan jika terjadi parah hingga membuat mual dan muntah. Banyak yang sangat menderita jika siklus menstruasi datang. Hal ini bisa saja disebabkan oleh adanya penyakit endometriosis, penyakit ini bisa menyebabkan nyeri  menstruasi yang sangat hebat pada saat menstruasi datang. Ini dikarenakan reaksi dari penyakit endometriosisnya.
Siklus mentstruasi memiliki 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus :
  1. Fase menstruasi (deskuaminasi)
  2. Pelepasan endometrium dari dinding uterus yang disertai dengan pendarahan dan lapisan yang utuh hanya stratum basale, biasanya berlangsung 3-4 hari.
  3. Fase pasca menstruasi (fase regenerasi)
  4. Penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium
  5. Fase intermenstum (fase poliferasi)
  6. Setelah luka sembuh, maka akan terjadi penebalan pada endometrium kurang lebih 3,5 mm.
  7. Fase pramenstruasi (fase sekresi)
  8. Berlangsung dari hari ke-14 sampai hari ke 28.
Tanda siklus terjadinya menstruasi pada wanita yang tidak normal adalah :
  1. Belum mendapat menstruasi ketika berusia 15 tahun atau setelah berkembangnya payudara
  2. Tidak mendapat menstruasi setelah lebih dari 90 hari
  3. Menstruasi tidak teratur
  4. Menstruasi terlalu cepat (selang kurang dari 21 hari)
  5. Menstruasi terlalu lama (selang lebih dari 45 hari)
  6. Siklus mentruasi lebih dari 7 hari.
  7. Darah menstruasi terlalu banyak lebih dari biasanya.
  8. Pendarahan antara dua menstruasi
  9. Menstruasi disertai rasa nyeri atau demam.
Hal-hal yang menyebabkan wanita tidak menstruasi adalah :
  1. Gangguan hymen imperofarata
  2. Selaput dara yang tidak berlubang sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar, dan ini dapat diatasi dengan melubangi selaput dara.
  3. Mentruasi anovulatoire
  4. Rangsangan hormon-hormon yang tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim sehingga tidak terjadi menstruasi.
  5. Gangguan amenorrhea sekunder
  6. Sebelumnya sudah pernah mengalami menstruasi, dapat disebabkan karena hipotensi, anemia, infeksi, kelemahan kondisi tubuh, dan stress.
Penyebab rasa nyeri saat terjadinya menstruasi pada wanita adalah :
  1. Nyeri  haid primer yang timbul sejak haid pertama dan akan hilang dengan berjalannya waktu
  2. Nyeri sekunder yang disebabkan rahim yang terbalik yang menyebabkan darah mentruasi tidak dapat keluar. Benjolan pada rahim yang dapat menyebabkan pendarahan yang banyak, peradangan selaput lendir rahim, penggunaan spiral, endometriosis, fibroid atau tumor, infeksi pelvis.

Keluhan Menstruasi

Terjadinya menstruasi merupakan perpaduan antara kesehatan alat genitalia dan rangsangan hormonal yang kompleks yang berasal dari mata rantai aksis hipotalamus-hipofisis-ocarium. Oleh karena itu, gangguan menstruasi dan gangguan siklus haid dapat terjadi dari kelainan kedua faktor tersebut. Beberapa bentuk kelainan haid dan siklus menstruasi dapat terjadi dari kelainan kedua faktor tersebut. Beberapa bentuk kelainan menstruasi dan siklus menstruasi adalah sebagai berikut :
  1. Kelainan tentang banyak dan lama pendarahan: hipermenorea (menorahia), hipormenorea
  2. Kelaianan siklus menstruasi haid : Polimenora, oligomenora, amenorea.
  3. Pendarahan diluar menstruasi : ketegangan pra-menstruasi, mastidinia, pendarahan ovulasi (Mittelschmer), Dismenorea.
Keluhan  Mentruasi Hipermenorea
Jadwal siklus menstruasi tetap, tetapi kelainan terletak pada jumlah pendarahan yang lebih banyak dan dapat disertai gumpalan darah dan lamanya pendarahan lebih dari 8 hari. Terjadinya hipermenorea berkaitan dengan kelainan pada rahim, yaitu mioma uteri, polip endometrium, dan gangguan pelepasan endometrium. 

Menstruasi Sakit

Datang bulan atau haid yang sakit atau tidak teratur umumnya dialami oleh gadis-gadis umur belasan tahun (remaja). Biasanya keadaan ini bukan berarti adanya seseuatu kelainan. Jika anda mengalami sakit ketika datang bulan atau haid, tidak perlu berbaring ditempat tidur. Sebenarnya berbaring diam dapat membuat rasa sakit semakin hebat. Seringkali rasa sakit akan berkurang jika anda berjalan-jalan dan mengerjakan pekerjaan atau olahraga ringan, atau minum-minuman yang hangat atau merendam kedua belah kaki ke dalam air hangat.
Rasa sakit juga dapat dikurangi dengan minum aspirin atau kompres hangat pada perut. Selama datang bulan atau haid, sebagaimana keadaan sehari-harinya seorang wanita harus selalu menjaga dirinya agar tetap bersih, cukup tidur dan makan makanan yang seimbang dengan baik. Ia boleh makan apa saja yang biasa dimakan dan boleh terus melakukan pekerjaannya.
Bagi wanita-wanita tertentu, tidak teraturnya datang bulan merupakan keadaan wajar, namun bagi wanita lainnya, keadaan ini dapat merupakan tanda bagi penyakit menahun, kurangan darah (anemia) gangguan gizi (malnutrisi) atau mungkin adanya infeksi atau tumor dalam rahim (uterus).


TERAPI LINTAH PURBA KEBUMEN


Mebantu mengobati penyakit ini
Informasi lengkap lihat GALERI dan KONTAK