Rabu, 19 Februari 2014
Amandel
Penyakit Amandel
Umumnya amandel terjadi pada anak-anak. Penyakit amandel adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan pada permukaan selaput lendir. Jika sudah parah dapat menyerang dan merusak jaringan amandel. Penyebab amandel adalah basil fusifomis dan basil spirlia yang memicu terjadinya peradangan atau pembengkakan pada tonsil. Penderita amandel akan mengalami gejala sebagai berikut :- Pusing-pusing
- Demam dengan suhu tinggi sekitar 41◦C
- Mengalami nyeri pada tenggorokan dan kelenjar gondok
- Terasa sakit tenggorokan ketika menelan makanan atau minuman
- Badan terasa lemah
Amandel adalah benteng pertahanan tubuh yang berfungsi sebagai pengontrol masuknya kuman ke dalam tubuh. Apabila amandel bekerja terlalu berat akan terjadi peradangan. Pekerjaan amandel akan bertambah berat jika di dalam tubuh menumpuk sisa-sisa makanan akiba terlalu banyak mengonsumsi makanan anorganik.
Mengoperasi amandel bukanlah jalan terbaik karena akan menghilangkan fungsi amandel. Bahkan, ada ahli yang mengatakan dan menyamakan operasi amandel sama dengan mengebiri orang. Oleh karena itu, jika tidak terpaksa, jangan buang amandel anda.
Penyakit amandel sebenarnya dapat dihindari dan dicegah dengan cara mengatur pola makan yang sehat dan seimbang serta menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula tambahan, garam berlebih dan makanan yang kebanyakan dengan cara digoreng. Selain itu, menghindari minuman dan makanan dingin seperti es krim, makanan yang diawetkan, soft drink dan berbagai panganan yang tidak sehat. Untuk menghindari dan menjaga fungsi amandel tetap baik, cobalah mengganti pola pengolahan makanan, misalnya mengolah beberapa jenis makanan dengan direbus, konsumsi sayur-mayur dan jus buah-buahan segar, istirahat yang cukup dan mengurangi makanan yang mengandung bahan pengawet dan penyedap.
Beberapa penderita amandel ada yang mengalami demam di malam hari, terutama ketika menjelang tidur malam, secara tiba-tiba nafas menjadi sulit, suhu tubuh panas, sulit untuk menelan makanan, serasa oksigen atau udara tertahan di dalam tenggorokan, sakit kepala.
Beberapa diantaranya, mereka yang menderita penyakit amandel yang cukup lama dan kronis memilih jalan dengan operasi amandel. Namun, operasi amandel bukanlah jalan terbaik untuk mengobati amandel. Bahkan beberapa diantaranya ada yang melakukan operasi amandel sebanyak 2-3 kali dalam kurun waktu satu tahun. Sebenarnya, operasi tidak harus dilakukan, pengobatan dan pencegahan amandel dapat dilakukan dengan cara mengatur kedisiplinan pola hidup dan pola makan, penyakit amandel dapat dihindari.
Amandel merupakan jaringan kelenjar di limfoid yang terletak di antara rongga tenggorokan yang berfungsi sebagai penyaring kuman, infeksi dan bakteri. Dalam sebuah penelitian, amandel atau dalam bahasa kedokteran yang disebut dengan tonsil ini memiliki fungsi sebagai penghasil imunoglobulin A. Imunoglobulin A inilah yang membuat jaringan lokal tahan terhadap kuman-kuman penyakit.
Penyakit amandel yang akut ditandai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan dan terkadang muntah. Amandel menjadi bengkak, panas, gatal, nyeri badan, lemah, demam, sakit kepala dan sakit pada telinga.
Pada amandel kronis serangan terjadi secara berulang-ulang, amandel kelihatan membesar, merah dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah). Pembesaran tonsil bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu pernapasan.
Selain dengan pencegahan dan perawatan amandel. Penyakit amandel juga dapat diobati dengan menggunakan Terapi Lintah Purba :
Dalam keadaan yang normal, virus dan bakteri yang masuk melalui hidung dan mulut akan disaring oleh amandel. Namun, akibat penyaringan virus dan bakteri disaring amandel, amandel mulai mengalami penurunan fungsi kerja, dampak negatif yang terjadi adalah timbul peradangan dan pembengkakan amandel yang cukup serius, kemudian infeksi pada amandel yang menjalar hingga nyeri terasa di tenggorokan akan menyebabkan peradangan di daerah faring.
Bila gejala amandel yang dirasa semakin parah dan keadaan semakin memburuk dapat menyebabkan terjadinya komplikasi pada infeksi sekunder di telinga bagian tengah dan timbulnya gejala sinusitis. Gejala amandel juga dapat memburuk, jika sering mengonsumsi makanan atau minuman dingin yang menyebabkan amandel semakin membengkak. Bakteri dan virus penyebab amandel ini akan membuat pertumbuhan jaringan baru.
Virus dan bakteri yang menyebabkan amandel yang paling umum dan banyak terjadi adalah virus Epstein-Barr dan virus Coxsackie dan virus atau bakteri yang paling umum pada penyakit amandel adalah streptokokus A.
Amandel yang sudah tidak berfungsi lagi akan menjadi tempat berkumpulnya kuman sehingga menyebabkan infeksi pada tenggorokan. Berdasarkan waktu berlangsungnya, amandel dan infeksi amandel bisa berlangsung lama sesuai dengan kondisi dan besarnya amandel yang diderita.
Jika kondisi amandel dan ukuran amandel sudah akut dapat berlangsung hingga 3 minggu dan kondisi tersebut infeksi bisa mencapai 7 kali lipat setiap tahun atau 10 kali dalam 2 tahun atau 3 kali dalam 1 tahun selama 3 tahun berturut-turut.
Beberapa orang tua mungkin melakukan suatu tindakan operasi amandel untuk mengeluarkan tonjolan amandel yang diderita anak. Namun, tindakan operasi ini tidaklah selalu berhasil dan efektif menjamin amandel tidak akan timbul kembali selama atau dalam beberapa waktu tertentu.
TERAPI LINTAH PURBA KEBUMEN
Mebantu
mengobati penyakit ini
Informasi
lengkap lihat GALERI dan KONTAK
Translate
Total Tayangan Halaman
Terapi Penyakit
- Alergi
- Amandel
- Asam urat
- Asma
- Badan Lesu
- Batuk
- Bisul
- Bronchitis
- Darah rendah
- Demam
- Eksim
- Gangguan datang bulan
- Gangguan lambung
- Gangguan mata
- Gangguan saluran kencing
- Gatal-gatal
- Ginjal
- Hipertensi/Darah tinggi
- Jantung koroner
- Jerawat
- Kaki kejang/merasa panas
- Kanker yang belum terlambat
- Kegemukan
- Kelenjar Tiroid
- Kolesterol
- Kulit wajah berminyak
- Kurang nafsu makan
- Lemah Jantung
- Leukemia
- Linu pinggul
- Mudah lelah
- Pembuluh darah tersumbat
- Rheumatik
- Sakit gigi
- Sakit kepala
- Sakit pinggang
- Saraf terjepit
- Stroke
- Telinga berdengung
- Tidak bisa tidur
- Trigliserid
- Tumor
- Wasir
- diabetes melitus
- kelenjar getah bening
- memar akibat benturan
- sakit persendian