Rabu, 19 Februari 2014
Tumor
Gejala Tumor
Tumor biasanya
berkaitan erat dengan pembengkakan pada organ dalam manusia. Jadi, wajar jika
kita tak pernah bisa melihat ada benjolan atau pembengkakan di ginjal,
paru-paru atau usus, karena selama ini kita hanya bisa melihat benjolan di bagian
tubuh yang bisa diamati.
Namun, faktanya keberadaan tumor tidak hanya dideteksi
karena adanya benjolan atau pembengkakan saja. Untuk itu, kita perlu mengetahui
gejala tumor selain pembengkakan (neoplasma). Karena kesehatan sangat
berharga, jadi jangan tunggu sampai kondisi Anda memburuk.
Ada beberapa gejala tumor yang mungkin tak pernah
diperhatikan oleh penderita, misalnya sering merasa kedinginan, kelelahan,
demam, kehilangan nafsu makan, merasa tak enak badan, banyak berkeringat di
malam hari, dan penurunan berat badan yang terlalu cepat.
Untuk menghindari keadaan menjadi lebih buruk, tentunya
penderita yang merasakan gejala-gejala tersebut harus segera menghubungi dokter
dan meminta pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, perlu diketahui pula bahwa pada kenyataannya tidak
semua penderita merasakan gejala tumor tersebut di atas. Dalam beberapa kasus,
penderita tidak menampakkan gejala tumor apapun.
Kesehatan penderita akan bertambah buruk tanpa diketahui
apa penyebabnya, dan tahu-tahu ada jenis tumor tertentu yang sudah dalam
keadaan stadium tiga atau lanjut. Yang membuat keadaan lebih buruk, tumor yang
tak terdeteksi ini tak dapat dijangkau oleh pisau operasi untuk
pengangkatannya.
Tumor jinak sering dikatakan tidak berbahaya karena tidak
sampai berkembang menjadi kanker. Namun demikian, penyakit ini tetap tidak bisa
dianggap ringan karena bisa berakibat fatal.
Karena sifatnya yang jinak biasanya membuat penderitanya
kurang tanggap melakukan pengobatan. Padahal semakin cepat penyakit tumor jinak
diobati, akan semakin baik hasilnya.
Tumor jinak biasanya dikelilingi oleh permukaan luar yang
menghambat pertumbuhannya sehingga tak sampai berkembang menjadi tumor ganas.
Namun pada beberapa kasus, tumor jinak dapat berkembang menjadi tumor yang
ganas.
Perubahan tersebut ada yang disebut dengan tubular
adenoma, yaitu jenis umum dari polip kolon yang merupakan tanda
timbulnya kanker kolon. Sel pada adenoma, seperti pada umumnya tumor yang
berkembang menjadi kanker, menunjukkan secara jelas tidak normalnya bentuk
perkembangan sel. Hal ini yang dimaksud dengan displasia.
Ketidaknormalan sel tersebut tidak ditemukan pada tumor
yang tidak berpotensial berkembang menjadi kanker (tumor jinak). Sebaliknya,
fenomena tersebut sering ditemui pada kasus tumor yang meningkat menjadi
kanker.
Tumor Jinak
Tumor jinak biasanya diawali oleh hal-hal yang dianggap
sepele seperti rasa gatal-gatal dan susah buang air. Gejala-gejala sepele
tersebut jika tidak diwaspadai bisa menjadi penyebab awal munculnya tumor
jinak.
Tanda lainnya adalah sakit pada bagian tertentu yang
ditekan. Ketika suatu bagian tubuh yang diduga terserang kanker ditekan dan
menimbulkan sakit, hal ini perlu juga dicurigai.
Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah munculnya
benjolan, tinja yang mengeluarkan darah, haid yang tidak normal, dan sakit
pinggang yang terjadi tiba-tiba.
Semua tanda dan gejala di atas kemungkinan ada kaitannya
dengan tumor jinak. Namun tidak perlu terlalu takut. Asalkan Anda mengobati
tumor jinak secepat mungkin, penyakit tersebut dapat sembuh.
Penyebab Tumor
Penyebab tumor, ditinjau dari segi ilmiah, ada tiga hal
yang terjadi tidak sebagaimana mestinya. Pertama, ketika berhentinya produksi
normal sel-sel di jaringan tertentu.
Kedua, ketika ada sesuatu yang merusak sel normal
sehingga sel tersebut tak lagi dapat berfungsi secara normal.
Dan ketiga, pada saat gen p53 berhenti mengirimkan pesan
agar sel-sel tertentu mati pada waktunya (apoptosis).
Semua itu adalah mekanisme timbulnya penyakit tumor.
Tumor yang terus berkembang kemudian akan merusak sel-sel dan fungsinya
sehingga tidak berfungsi normal.
Pemicu dari hal-hal di atas bisa disebabkan oleh faktor
gaya hidup seperti minuman beralkohol dan merokok. Di samping itu, penyebab
tumor lainnya bisa karena obesitas (kelebihan berat badan), faktor genetis,
faktor lingkungan, stres, radiasi dari sinar matahari dan zat-zat kimia.
Stres membuat tubuh kita menghasilkan lebih banyak asam.
Padahal asam merupakan "habitat" yang sangat disukai oleh tumor.
Akibat lebih jauh jika stres tak kunjung hilang, kalsium dalam tubuh akan
ditarik dari tulang untuk berupaya menetralkan asam berlebih dalam tubuh.
Kalsium yang berkurang kemudian akan menimbulkan terjadinya tulang keropos dan
osteoporosis.
Penyebab tumor
seperti disebutkan di atas memang relatif tak banyak disadari oleh calon
penderitanya. Namun demikian, yang terbaik tetaplah upaya pencegahan agar tumor
tak datang bersarang.
Cara mencegah
tumor seperti dengan bergaya hidup sehat, istirahat yang cukup, makan makanan
bergizi dan menjauhi stres. Dengan menjauhkan penyebab tumor di atas terjadi,
harapannya penyakit ganas ini tak jadi timbul.
TERAPI LINTAH PURBA KEBUMEN
Mebantu
mengobati penyakit ini
Informasi
lengkap lihat GALERI dan KONTAK
Translate
Total Tayangan Halaman
Terapi Penyakit
- Alergi
- Amandel
- Asam urat
- Asma
- Badan Lesu
- Batuk
- Bisul
- Bronchitis
- Darah rendah
- Demam
- Eksim
- Gangguan datang bulan
- Gangguan lambung
- Gangguan mata
- Gangguan saluran kencing
- Gatal-gatal
- Ginjal
- Hipertensi/Darah tinggi
- Jantung koroner
- Jerawat
- Kaki kejang/merasa panas
- Kanker yang belum terlambat
- Kegemukan
- Kelenjar Tiroid
- Kolesterol
- Kulit wajah berminyak
- Kurang nafsu makan
- Lemah Jantung
- Leukemia
- Linu pinggul
- Mudah lelah
- Pembuluh darah tersumbat
- Rheumatik
- Sakit gigi
- Sakit kepala
- Sakit pinggang
- Saraf terjepit
- Stroke
- Telinga berdengung
- Tidak bisa tidur
- Trigliserid
- Tumor
- Wasir
- diabetes melitus
- kelenjar getah bening
- memar akibat benturan
- sakit persendian