Rabu, 19 Februari 2014

Asma


Penyakit Asma

 Penyakit Asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sulit bernapas”. Gejala awal dari timbulnya penyakit asma adalah adanya gejala sesak napas, batuk dan suara mengi (bengek) yang dikarenakan adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada yang membuat saluran udara menjadi terhambat.
Secara global, pengertian penyakit asma adalah suatu jenis penyakit gangguan pernapasan khususnya pada paru-paru. Asma merupakan suatu penyakit yang dikenal dengan penyakit sesak napas yang dikarenakan adanya penyempitan pada saluran pernapasan karena adanya aktivitas berlebih yang mengakibatkan terhadap suatu rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada pembuluh darah dan udara yang mengalirkan oksigen ke paru-paru dan rongga dada. Umumnya seseorang yang menderita sesak napas atau asma bersifat sementara dan dapat sembuh seperti sedia kala dengan atau tanpa bantuan obat.
Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang populer di Indonesia.
Asma adalah penyakit pada saluran pernapasan dimana paru-paru (bronchial tubes) mengalami pembangkakan dan terbatasnya kemampuan bernapas. Otot dinding cabang tenggorokan mengetat, dan saluran pernapasan menghasilkan kelebihan lendir yang menyumbat jalan napas anda. Tanda dan gejala asma berbeda mulai dari napas yang berat sampai kepada serangan asma yang membahayakan nyawa.

Gejala Penyakit Asma

Asma memiliki tanda dan gejala mulai dari yang ringan sampai yang parah, dan bervariasi pada setiap orang. seseorang mungkin memiliki gejala asma seperti napas yang berat secara rutin, dengan terkadang mengalami serangan asma. Di antara serangan asma tersebut sebagian orang  mungkin akan merasa normal dan tidak memiliki masalah pernapasan. Atau mungkin memiliki tanda dan gejala seperti batuk dan napas berat sepanjang waktu atau memiliki gejala primer pada malam hari, atau hanya saat berolahraga.

Tanda – tanda penyakit asma antara lain:
  • Napas pendek
  • Rasa sakit di dada
  • Susah tidur karena napas terganggu
  • Batuk atau sengau yang semakin memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu
Penyakit asma tidak mengenal umur, ras, dan derajat seseorang. Siapa saja dapat terkena penyakit asma mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Jika pada anak-anak penyakit asma ini bersifat kronis. Menurut data dan sumber yang diperoleh dari Asosiasi Paru-paru di Amerika mengungkapkan bahwa 1 diantara 3 orang penderita asma adalah mereka yang berusia dibawah usia 18 tahun. Alergi merupakan penyebab utama pemicu timbulnya gejala asma. Diketahui sekitar 80 % penyakit asma banyak menyerang anak-anak dan 50 % menyerang orang dewasa.
Menurut sebuah sumber dari sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika dan Eropa menegaskan dalam buku “American Journal of Repiratory and Critical Care Medicine mengungkapkan “Bila salah orang tua mengidap penyakit asma besar kemungkinan anak juga akan menderita asma yang resikonya 3x lipat lebih besar daripada orang tuanya, sedangkan apabila kedua orang tua menderita asma, maka anak juga akan menderita asma 6x lebih besar resiko dari penyakit asma dibanding orang tuanya”.
Penyakit asma bisa dicegah dengan mengatur pola hidup yang seimbang dan sehat dengan menjaga kondisi tubuh dari perubahan cuaca yang terkadang tidak menentu, pola makan, olahraga yang teratur, jauhi rokok dan minuman alkohol serta menjaga kebersihan dan keseimbangan ekosistem sekitar lingkungan rumah anda.

Penyakit Asma Pada Anak-Anak

Anak-anak yang menderita penyakit asma ini sering merasa tidak bisa melakukan semua hal yang ingin mereka lakukan.Olahraga, aktivitas yang dilakukan diluar rumah, pelajaran menari, bermain alat music tertentu, serta sekedar aktif dan juga bersenang-senang perlu dilakukan secara berhati-hati. Anak-anak seperti orangtua mereka, khawatir bahwa akticitas yang terlalu banyak bisa menimbulkan masalah serangan asma.
Penyakit asma pada anak-anak adalah merupakan salah satu dari penyakit kronik yang paling banyak terjadi dan pravalensinya ini terus meningkat. Asma tidak mengenal batasan ras, etnik, atau juga jenis kelamin.

Penyakit Asma dan Pengobatannya

Serangan asma merupakan reaksi terhadap sebuah pemicu. Pemicu asma mungkin saja berbeda untuk setiap penderita asma. Pemicu asma yang umum di antaranya :
- Mengisap asap rokok atau kayu bakar
- Menghirup udara berpolusi
- Menghirup iritan saluran napas lain seperti parfum atau bahan pembersih (sabun, desinfektan)
- Menghirup zat penyebab alergi seperti jamur, debu, atau rambut binatang.
- Infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, sinusitis atau bronkitis
- Terkena udara dingin atau panas
- Kelelahan fisik atai olahraga
- Menstruasi

Penggunaan obat untuk asam harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. biasanya, penderita asma akan diberi dua macam obat asma :
- Obat pengendali
Obat ini untuk pengendalian jangka panjang asma secara terus-menerus. Obat ini mengurangi pembengkakan di paru-paru yang menyebabkan serangan asma. Obat jenis ini dikonsumsi setiap hari, walaupun sedang tidak ada serangan asma.
- Obat penyelamat
Obat ini untuk pengendalian jangka pendek asma. Obat ini dikonsumsi jika mengalami serangan asma.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan asma dapat dilakukan dengan :
- Kenali pemicu asma dan hindari sebisa mungkin
- Jika merokok, berhentilah
- Jangan minum obat batuk untuk asma. Obat batuk tidak membantu asma dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan
- Aspirin dan ibuprofen pada beberapa penderita asma menyebabkan asma menjadi lebih parah. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Asma paada anak-anak
Karena asma merupakan suatu penyakit kronis, gejala asma pada anak-anak biasanya sudah mulai sejak bayi, dengan gejala sebagai berikut :
  • Bila menangis tangisan anak makin lama makin pendek
  • Sulit makan
  • Napas cepat dan mendesing atau gemuruh
  • Gerakan dada seperti tertahan dan kaku
  • Bila anak menderita sakoiit saluran pernapasan, bunyi napas mendesing.
  • Batuk-batu setelah menangis atau lari-lari, terutama di malam hari
  • Dinding dada seperti tertarik ke dalam diantara tulang rusuk, dan dibagian dibawah leher.
  • Sering menderita infeksi saluran napas seperti bronkotis atau pneumoni.
  • Napas pendek

Penyakit Asma Bronkial

Asma merupakan penyakit paru yang tidak menular, dengan gejala berupa serangan sesak, mengi (napas berbunyi “ngik-ngik” dan batuk berulang. Serangan dapat berlangsung hanya selama beberapa menit, jam, hari atau sampai beberapa minggu. Asma bronkial adalah salah satu penyakit kronik dengan pasien terbanyak di dunia.
Penyebab asma belum diketahui secara pasti, sehingga pengobatan asma sampai sejauh ini masih pada tahap mengandilkan gejalanya saja. Para peneliti lebih fokus mencari faktor resiko yang berperan pada asma, tetapi umumnya digolongkan menjadi faktor keturunan dan lingkungan.
Dalam kenyataannya, seringkali faktor riwayat asma dalam keluarga tidak ada hubungan dengan terjadinya asma. Seringkali penderita asma merasa heran bahwa dalam keluarganya tidak adan yang menderita asma, tetapi mereka tetap saja terserang penyakit tersebut. Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Indonesia, diketahui bahwa hanya 30% penderita asma yang memiliki riwayat asma dalam keluarganya. Dan terbukti bahwa faktor ibu ternya lebih kuat dalam menurunkan asma dibandingkan dari ayah. Sebagian besar tidak diketahui menderita asma karena faktor genetik itu tidak sampai menimbulkan gejala asma atau bermanifestasi menjadi penyakit alergi lainnya.
Penyebab asam baronkial pada anak adalah :
  1. Debu didalam rumah, seperti debu masuk dari kasur kapuk, permadani, sofa, pakaian yang disimpan lama dalam lemari, langit-langit rumah, buku-buku (arsip lama) dan asap rokok.
  2. Makanan, terutama jnis ikan laut, susu sapi, telur dan cokelat. Juga makanan pedas, dingin, bergetah, asin, atau manis,
  3. Bulu binatang yang menempel di sofa, permadani, sprei, atau tirai (kelambu)
  4. Perubahan cuaca dan kelembapan udara.

Pengobatan Penyakit Asma

Obat-obatan bisa membantu penderita asma menjalani kehidupan normal. Pengobatan penyakit asma segera untuk mengendalikan serangan asma berbeda dengan pengobatan rutin untuk mencegah serangan. Hasil pengobatan terbaik untuk pengobatan jangka panjang dapat dicapai melalui penggunaan obat serta mengindari alergen dan faktor pencetus serangan.
Tujuan pemberian obat untuk melebarkan saluran napas dengan cara melemaskan otot polos, mengurangi pembengkakan saluran napas serta mengencerkan riak yang kental sehingga mudah dikeluarkan. Pengenceran riak juga dapat dilakukan dengan banyak minum. Dapat disampaikan disini bahwa obat asma pada dasarnya terdiri dari dua jenis yaitu pelega (reliever) dan pengontrol (controller). Kerja obat pelega adalah membuat saluran napas yang menyempit menjadi lebar kembali, dan obat ini disebut bronkodilator. Penyempitan saluran napas inilah yang menyebabkan pasien asma mengeluh mengalami sesak napas.

Pencegahan Asma

Penderita asma tidak perlu malu atau rendah diri. Meskipun sulit untuk disembuhkan, penderita asma dapat hidup normal.
Pencegahan terhadap asma dapat dilakukan dengan cara merawat dan menjaga diri sebaik mungkin, terutama menghindari pencetus serangan asma seperi lelah fisik, dan gangguan emosional yang serius.
Asma bisa diatasi dengan meminum teh rempah agar badan terasa hangat. Hal ini bertujuan untuk mencegah serangan asma sebelum atau menjelang pagi saat udara mulai dingin. Jangan melakukan aktivitas atau olahraga berat yang dapat memicu munculnya serangan sesak napas. Olaharga ringan tetapi teratur akan meningkatkan kesegaran fisik, serta membuat otot jantung dan paru menjadi lebih kuat.
Hindari debu, asap rokok, udang, telur, kepiting dan terasi yang diduga sebagai pemicu utama penyakit asma. Untuk menghindari emosi yang tidak terkontrol, stres atau depresi, jangan memikirkan hal-hal yang terlalu berat karena akan dapat memicu serangan asma. Konsumsilah sayur dan buah, serta hindari makanan dan minuman yang mengandung zat pewarna, zat pengawet, dan gula sintetis.
Mengonsumsi sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup secara teratur akan memprkuat daya tahan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Intinya, anda harus selalu waspada mengantisipasi terjadinya serangan. Mengatasi serangan asma dengan cepat adalah langkah terbaik, sedangkan menunda pengobatan berarti akan menambah berat derajat serangan.


TERAPI LINTAH PURBA KEBUMEN


Mebantu mengobati penyakit ini
Informasi lengkap lihat GALERI dan KONTAK